lacur


Mereka begitu garang.
Tak peduli berapa jemari yang menyentuhku,
siapa yang meludahi,
wajahku harus kulindungi.
Aku tak mau dikenali dengan begini

Aku mendengar makian.
Iramanya seolah senada dengan gerakan kaki dan tangan mereka.
Kaki kaki itu menyentuhku dan terus membenamkan kepalaku ke tanah.
Kuku yang lain tak kalah.
Sambil memaki, tubuhku dicabik.
pakaianku dikoyak dan dilucuti dengan penuh amarah.
potongannya berserakan di tanah.
Akupun bersih tak berbalut.

Mereka begitu garang. 
Aku diseret kepada mata-mata yang lapar.
ku kira mereka lapar iba, ternyata hanya butuh tontontan.

Kali ini tubuhkupun sama seperti biasa, hanya alat penghibur.
Yang tua dan muda tak beda
Mereka hanya terdiam,
Melihat tangan tangan menghantam lekukan dan tonjolan
dengan penuh amarah seolah sebuah kenikmatan.
Mereka seperti tak berbelas kasih,
meski aku terus merintih.
Meski aku kotor.
aku tak ingin terlihat begini karena akupun perempuan.
yang ingin dihormati

Aku melacur,
kujajakan apa yang mereka sebut dengan "bait suci"

kata mereka itu aib,
maka pentas dilenyapkan.
tapi inilah caraku menyambung nyawa,
terlebih untuk memberi harap  bagi titipan Allah.
Tubuhku molek,
wajahku perlu dipoles,
bibirku merekah
dan aku harus senantiasa memesona.

Aku melacur,
ku tahu itu dosa, karena aku berTuhan
Ku tau akan ada hati yang terluka
tiap aku merayu lelaki.
tapi aku tak punya pilihan.
Dunia seakan terlalu kejam, untuk memberiku ladang lain.
bagaimana anakku jika aku hanya bisa berkeluh,
bagaimana anakmu jika aku tidur dengan ayahnya.

Aku pelacur,
aku dibenci,
maka haruslah aku berhati-hati
jika kecolongan,
mungkin ini yang harus kutuai.
tapi tak apalah
Toh aku juga berTuhan
Tuhan tak pilih kasih. 
Dia juga mencinta pendosa.
Mungkin kmarin sebelum bekerja aku hanya  lupa berdoa 












































Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kapan Nikah???

ketika "#BapaknyaPetani'' menjadi Trending